8. Coaching Skill
Kompetensi kepemimpinan berikutnya adalah kemampuan Coaching. Bukan sekedar membimbing, mengajarkan, atau menyuruh, menggunakan kompetensi Coaching yang benar sebagaimana dituangkan dalam 11 Core Competencies of ICF adalah cara dan kompetensi coaching yang benar dan wajib dimiliki dalam leadership.
Leadership adalah tentang kemampuan mendengarkan dan mengembangkan potensi tim, menggunakan Powerful Questioning dan Active Listening disamping memberikan tugas dan delegasi.
Untungnya, kompetensi ini pun dapat dilatih dan dikembangkan dengan praktek.
9. Analytical Thinking and Data Driven Decision Making
Lebih dalam dan semakin dibutuhkan dalam era digital, kompetensi kepemimpinan ini berbicara lebih dalam mengenai kemampuan analisis seseorang yang akan duduk di posisi leadership organisasi Anda. Pengambilan keputusan bukan sekedar dilakukan begitu saja, tapi harus mampu dilakukan berdasarkan data, khususnya data digital, dan mampu mengolah data ini melalui analisa untuk menemukan makna.
Pemahaman big data, meta data, dan metoda penerjemahan data menjadi actionable plan, apa artinya sebuah data? Apa pengaruhnya? Apa kemungkinan yang akan terjadi? Dan apa keputusan langkah yang harus diambil.
10. Digital Mindset and Competencies
Sebuah kompetensi kepemimpinan yang wajib dimiliki dalam Disruptive Innovation era, adalah kompetensi yang tidak terlalu dikenal sebelum era digital. Seorang pimpinan tim harus memiliki pemahaman dan kompetensi dasar digital. Minimum, ia harus memiliki mindset yang tepat untuk beroperasional di era digital.
Kompetensi kepemimpinan ini adalah tentang kemampuan untuk bersikap dinamis, melakukan Agile, adaptif dan mampu menyikapi perubahan dengan cepat, keluar dari batasan dan cara kerja lama, memiliki keleluasaan untuk menerapkan freedom to operate, dan mampu menghindari micro managing serta menerapkan shared- leadership dalam aktivitas tim.
Seorang pimpinan era digital harus mempelajari dan memahami Digital Competencies dan mampu menerapkannya, dalam situasi dinamis era transformasi digital.
Table of Contents
ToggleSeperti Apa Kompetensi Kepemimpinan Terlihat di Tempat Kerja
Daftar di atas baru berguna kalau bisa dikenali saat sedang terjadi. Dalam asesmen kompetensi kepemimpinan, setiap kompetensi diterjemahkan menjadi indikator perilaku yang bisa diamati atasan, rekan setingkat, dan anggota tim. Sepuluh indikator berikut ditulis berpasangan: perilaku yang biasanya terlihat ketika kompetensinya kuat, dan tanda yang muncul ketika kompetensi itu belum terlatih.
- Visioner. Ia bisa menyebut arah tiga sampai lima tahun ke depan lalu menerjemahkannya menjadi prioritas kuartal ini, sehingga timnya tahu apa yang harus didahulukan minggu ini. Tanda belum terlatih: arah kerja berubah setiap kali ada permintaan baru, dan tim menunggu kabar untuk menentukan langkahnya.
- Social Intelligence (Social Skills). Ia tahu siapa yang perlu diajak bicara lebih dulu sebelum sebuah keputusan diumumkan, dan orang di luar timnya merasa mudah menghubunginya. Tanda belum terlatih: informasi penting justru ia dengar setelah rapat selesai, dan ia sering terkejut oleh reaksi orang lain.
- Team Building and Delegation. Ia menempatkan orang berdasarkan kekuatannya, dan pekerjaan tetap berjalan ketika ia sedang tidak ada di tempat. Tanda belum terlatih: semua hal yang penting harus lewat tangannya, dan ia selalu menjadi orang paling sibuk di timnya.
- Conflict Management. Ia menangani gesekan ketika masih kecil, memisahkan masalah dari orangnya, dan kedua pihak tetap bisa bekerja sama sesudahnya. Tanda belum terlatih: konflik dibiarkan sampai muncul permintaan pindah tim atau pengunduran diri.
- Problem Solving. Ia membedakan gejala dari penyebab, dan lebih dulu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum menentukan langkah. Tanda belum terlatih: masalah yang sama muncul lagi setiap kuartal dengan nama yang berbeda.
- Decision Making. Ia memutuskan dengan informasi yang tersedia, menyebutkan asumsi yang ia pakai, dan berani menegaskan pilihannya di depan tim. Tanda belum terlatih: keputusan menunggu sampai semua orang setuju, dan rapat berakhir tanpa kesimpulan.
- Effective and Persuasive Communication. Ia bisa menjelaskan satu perubahan kebijakan dalam satu halaman yang membuat orang mau bergerak, bukan sekadar mematuhi. Tanda belum terlatih: instruksi yang sama perlu ia ulang di beberapa saluran, dan tetap saja salah dipahami.
- Coaching Skill. Ia lebih banyak bertanya daripada memerintah, dan anggota timnya datang membawa pilihan sendiri, bukan menunggu jawaban darinya. Tanda belum terlatih: satu-satunya cara tim bertumbuh adalah meniru cara atasannya bekerja.
- Analytical Thinking and Data Driven Decision Making. Ia bisa menunjukkan angka mana yang menopang sebuah keputusan, dan angka itu sudah tersedia sebelum rapat, bukan disusun sesudahnya. Tanda belum terlatih: laporan dibuat untuk membenarkan keputusan yang sudah diambil.
- Digital Mindset and Competencies. Ia mencoba alat baru lebih dulu sebelum meminta timnya memakainya, dan bersedia meninggalkan cara kerja yang sudah nyaman. Tanda belum terlatih: teknologi baru masuk hanya karena permintaan dari atas, dan adopsinya berhenti setelah peluncurannya.
Sepuluh indikator ini bisa dipakai sebagai bahan awal percakapan penilaian, tetapi ia belum menggantikan pengukuran yang sistematis. Perlu diingat juga bahwa indikator menilai perilaku yang terlihat, bukan niat atau potensi seseorang, jadi penilaiannya sebaiknya memakai lebih dari satu sumber pengamat dan beberapa kesempatan berbeda.
Mengembangkan 10 Kompetensi Ini
Ketika seorang leader masih memiliki kekurangan dalam salah satu atau beberapa kompetensi ini, ia tidak perlu khawatir, karena sebagaimana kompetensi lainnya, kesepuluh kompetensi ini dapat dilatih dan dikembangkan.
Tentukan kompetensi yang dibutuhkan oleh tim Anda, oleh leaders atau manajer Anda, dengan melakukan Training Needs Analysis, dan lakukan program pelatihan yang tepat untuk itu.
Kami di Mitologi Inpira bisa membantu Anda dengan program pelatihan kompetensi kepemimpinan Anda! Kami juga bisa membantu dengan proses penyusunan TNA atau pengadaan program pengembangan leadership Anda, bila Anda butuhkan.
Inilah Top 10 Kompetensi Kepemimpinan yang WAJIB Anda miliki!
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kompetensi Kepemimpinan
Apa yang dimaksud dengan kompetensi kepemimpinan?
Kompetensi kepemimpinan adalah gabungan sifat, sikap, dan keterampilan yang membuat seseorang mampu menggerakkan orang lain mencapai hasil, dan biasanya terlihat dari kebiasaan kerjanya sehari-hari. Ukurannya bukan seberapa banyak ia tahu tentang kepemimpinan, melainkan seberapa konsisten perilaku itu muncul ketika tim menghadapi tekanan, tenggat, atau perubahan.
Ada berapa kompetensi kepemimpinan yang wajib dimiliki seorang pemimpin?
Tidak ada angka yang disepakati semua organisasi, tetapi sepuluh kompetensi yang dibahas di artikel ini, dari visioner sampai digital mindset, paling sering muncul di berbagai kerangka kerja dan paling cepat terasa dampaknya. Perusahaan tetap perlu menyusun daftarnya sendiri karena bobot setiap kompetensi berbeda menurut jenis pekerjaan dan tahap pertumbuhan organisasinya.
Bagaimana cara mengukur kompetensi kepemimpinan karyawan?
Mulai dengan menetapkan kompetensi yang diinginkan beserta indikator perilakunya, lalu susun metrik kuantitatif yang bisa dibandingkan antarindividu. Sesudah itu pilih alat penilaian yang sesuai, tentukan waktu pelaksanaannya, dan kumpulkan hasilnya dalam laporan yang membandingkan kompetensi setiap kandidat sebagai dasar penunjukan atau perencanaan pelatihan.
Apakah kompetensi kepemimpinan bisa dilatih atau hanya bakat bawaan?
Kompetensi kepemimpinan bisa dilatih, dan sebagian besar perbaikannya terjadi lewat praktik berulang di pekerjaan sehari-hari, bukan dari satu seminar. Latihan paling cepat berbuah kalau sasarannya spesifik, misalnya membiasakan pertanyaan coaching sebelum memberi instruksi, dibandingkan melatih kepemimpinan secara umum.
Kapan perusahaan sebaiknya melakukan penilaian kompetensi kepemimpinan?
Paling bermanfaat sebelum mengisi posisi leadership, saat menyusun rencana pelatihan tahunan, dan ketika menilai kesiapan kader untuk naik jabatan. Hasil penilaian itu juga membuat usulan pelatihan lebih mudah disetujui karena berpijak pada data, bukan hanya pada kebutuhan yang dirasakan.
Di mana perusahaan di Jakarta bisa melatih kompetensi kepemimpinan timnya?
Mitologi Inspira adalah konsultan team development dan learning experience di Jakarta yang membantu perusahaan mengukur kompetensi kepemimpinan lewat asesmen, lalu melatihnya dalam program in-house yang memakai situasi kerja tim sendiri. Bentuk programnya disesuaikan dengan hasil pengukuran, apakah yang perlu diperkuat penanganan konflik, kemampuan coaching, atau pengambilan keputusan berbasis data.
Apa yang Sebaiknya Dipakai untuk Mengembangkan Kompetensi Kepemimpinan di Tim Anda
Setelah daftar, indikator, dan cara mengukurnya terbaca, pertanyaan yang tersisa satu: mulai dari mana untuk tim Anda? Jawabannya bergantung pada dua hal, yaitu sudah sejauh mana kompetensi tim Anda pernah diukur, dan siapa yang akan ikut berlatih, apakah hanya para manajer atau seluruh tim.
- Kompetensi tim belum pernah diukur sama sekali. Mulai dari Training Needs Analysis untuk memetakan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan, supaya program pelatihannya tidak dipilih dari daftar topik yang tersedia.
- Sudah tahu kompetensi mana yang perlu diperkuat, tetapi belum ada programnya. Susun langkahnya lewat program pengembangan tim yang merancang urutan intervensinya dari hasil diagnostik, bukan dari daftar permintaan.
- Yang tersendat justru delegasi dan komunikasi harian. Pelajari pola delegasi tugas dengan MBTI dan komunikasi efektif untuk kerja tim sebagai bahan latihan pertama bagi para manajer.
- Butuh ruang latihan bersama seluruh tim, bukan satu orang saja. Pakai in-house training supaya latihan memakai situasi kerja tim Anda sendiri dan hasilnya bisa langsung diuji di pekerjaan.
- Manajer baru naik dari posisi teknis. Gunakan Applied MBTI Series untuk mengenali kekuatan dirinya dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan kebutuhan timnya.
Kompetensi kepemimpinan bukan daftar yang perlu dilengkapi, melainkan latihan yang diulang di pekerjaan sehari-hari: mengukur, melatih satu perilaku, lalu mengukur lagi. Sinergi tim tidak dibentuk dari satu sesi, dan kompetensi pemimpinnya juga tidak. Mitologi Inspira mendampingi perusahaan di Jakarta merancang pengukuran dan pelatihan yang berpijak pada situasi nyata timnya. Kalau Anda ingin membahas kompetensi mana yang paling perlu diperkuat di tim Anda, hubungi kami lewat WhatsApp. Kalau kebutuhan dan jadwalnya sudah jelas, isi formulir kebutuhan supaya kami bisa menyiapkan rancangan program yang sesuai.
















