1. Understanding Personality, Self Estimates, and Type ·Â
- Mengenali empat dikotomi MBTI dan arti tiap kutubnya.
- Memahami perbedaan gaya kerja sebagai pola, bukan masalah sikap.
- Merumuskan dugaan awal atas tipe diri sendiri sebelum hasil dibuka.
2. Assessment Result and Type Comprehension through Split Activities ·
- Membaca hasil asesmen MBTI pribadi dan membandingkannya dengan dugaan awal.
- Mengenali kekuatan dan titik buta khas tipe masing-masing.
- Menjelaskan gaya kerja rekan dengan bahasa yang netral dan objektif.
3. Type Dynamics, Stressors, Leadership, and Information Styles ·
- Mengenali pemicu stres khas tiap tipe di situasi kerja nyata.
- Memahami gaya memimpin dan gaya diikuti yang berbeda antar tipe.
- Menerapkan cara menyampaikan informasi sesuai gaya penerimanya.
- Memahami perbedaan gaya komunikasi setiap individu.
4. Teamwork and Team Planning with the MBTI Team Type Table ·Â
- Menyusun peta sinergi tim dan membaca kekuatan serta celah kolektifnya.
- Merumuskan pembagian peran yang bertumpu pada kekuatan tiap anggota.
- Menyepakati aturan main komunikasi antara pimpinan dan tim.
1. Leadership, Types of Leadership, and Leadership Culture ·
- Memahami bahwa kepemimpinan punya gaya, dan gaya itu berbasis kepribadian.
- Mengenali budaya kepemimpinan yang sudah terbentuk di tim.
- Memahami harapan anggota tim kepada pemimpinnya.
2. Authentic Leadership, Delegation, and Managing Team by Personality ·
- Memimpin secara autentik sesuai kekuatan diri, bukan meniru gaya orang lain.
- Menempatkan orang pada tugas yang sesuai cara kerjanya.
- Memberi umpan balik dengan cara yang bisa diterima tiap tipe.
3. Effective Communication and Communication by Type ·
- Mengenali gaya komunikasi tiap tipe, termasuk cara menerima dan menyampaikan informasi.
- Menyampaikan pesan sulit tanpa memicu konflik yang tidak perlu.
- Menyesuaikan bahasa dengan lawan bicara, bukan menuntut lawan bicara menyesuaikan diri.
4. Building Communication, Listening, and Emotional Intelligence in Team Synergy ·
- Menjaga kualitas komunikasi saat tekanan kerja naik.
- Mengenali sinyal emosi dalam tim sebelum menjadi friksi.
- Memakai kesepakatan tim untuk mencegah masalah yang berulang.